Tampilkan postingan dengan label parasitologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parasitologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

parasitologi 2

PARASITOLOGI
Menurut perannya dalam ilmu kedokteran, arthropoda dibagi dalam 5 golongan :
1. Yang menularkan penyakit (vektor dan hospes perantara)
2. Yang menyebabkan penyakit (parasit)
3. Yang menimbulkan kelainan karena toksin yang dikeluarkan
4. Yang menyebabkan alergi pada orang yang rentan
5. Yang menimbulkan entomofobia

Arthropoda sebagai Vektor Penyakit
Vektor adalah arthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatu infectious agent dari sumber infeksi kepada induk semang yang rentan.
Menurut WHO (1993) vektor adalah seekor binatang yang membawa bibit penyakit dari seekor binatang atau seorang manusia kepada binatang lainnya atau manusia lainnya.
Chandra (2006) menyebutkan bahwa vektor adalah organisme hidup yang dapat menularkan agen penyakit dari suatu hewan ke hewan lain atau manusia.
Arthropoda merupakan vektor penting dalam penularan penyakit parasit dan virus yang spesifik.

Macam-macam Vektor
Ada dua jenis vektor yaitu vektor biologis dan vektor mekanis.
Vektor disebut vektor biologis jika sebagian siklus hidup parasitnya terjadi dalam tubuh vektor tersebut.
Vektor disebut sebagai vektor mekanis jika sebagian siklus hidup parasitnya tidak terjadi dalam tubuh vektor tersebut (Natadisastra dan Agoes, 2005).
Contohnya lalat sebagai vektor mekanis dalam penularan penyakit diare, trakoma, keracunan makanan, dan tifoid, sedangkan nyamuk Anopheles sebagai vektor biologis dalam penularan penyakit malaria (Chandra, 2006).

Klasifikasi Vektor
Arthropoda (arthro+pous) adalah filum dari kerajaan binatang yang termasuk di dalamnya kelas Insecta, kelas Arachnida serta kelas Crustacea, yang kebanyakan speciesnya penting secara medis, sebagai parasit, atau vektor organisme yang dapat menularkan penyakit.
Klasifikasi arthropoda sebagai vektor penyakit secara rinci sebagai berikut :
Kelas Insecta
Mosquito (Nyamuk)
Anophelesne
Culicines
Aedes Nyamuk Anopheles

Flies (Lalat)
Houseflies (lalat rumah, Musca domestica)





Lalat Rumah (Musca domestica)
Sandflies (lalat pasir, genus Phlebotomus)
Tsetse flies (lalat tsetse, genus Glossina)
Blackflies (lalat hitam, genus Simulium)
Human Lice (Tuma)
Head and body lice (tuma kepala atau Pediculus humanus var capitis dan tuma badan atau Pediculus humanus var corporis)
Kutu Kepala (Pediculus humanus)
Crab lice (tuma kemaluan atau Phthirus pubis)

Fleas (Pinjal)
Rat fleas (pinjal tikus)
Beberapa pinjal tikus yang penting untuk bidang media adalah sebagai berikut:
Rat fleas (oriental)
Xenopsylla chepis
Xenopsylla astila
Xenopsylla braziliensis
Rat fleas (temperate zone) yaitu Nospsylla fasciatus
Human fleas yaitu Pulex irritans
Dog and cat fleas yaitu Ctenocephalus felis
Reduviid bugs (kissing bugs, Penggigit Muka)

Kelas Arachnida
Tick (Sengkenit)
Hard Ticks (sengkenit keras, famili Ixodidae)
Soft Ticks (sengkenit keras, famili Argasidae).
Sengkenit
Mites (Chiggers, famili Trombidiidae)
Leptotrombidium dan Trombiculid mites (tungau musim panen, tungau merah)
Itch mites (tungau kudis, scabies, famili Sascoptidae)
Kelas Crustacae yaitu Cyclops
Penularan penyakit pada manusia melalui vektor penyakit berupa serangga dikenal sebagai arthropod-borne diseases atau sering juga disebut sebagai vektor-borne diseases.

Ada 3 jenis cara transmisi arthropod-bome diseases, yaitu :
Kontak Langsung
Transmisi Mekanik
Transmisi Biologik

1. Kontak langsung
Arthropoda secara langsung memindahkan penyakit atau infestasi dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung. Contohnya adalah scabies dan pediculus.

2. Transmisi Secara Mekanik
Secara karakteristik arthropoda sebagai vektor mekanik membawa agen penyakit dari manusia berupa tinja, darah, ulkus superfisial, atau eksudat. Kontaminasi bisa hanya pada permukaan tubuh arthropoda tapi juga bisa dicerna dan kemudian dimuntahkan atau dikeluarkan melalui ekskreta.
Misalnya telur cacing dan kista protozoa dapat dipindahkan dari tinja ke makanan melalui kaki atau badan lalat rumah.

3. Transmisi Secara Biologi
Penularan secara biologik dilakukan setelah parasit/agen yang diisap serangga vektor mengalami proses biologik dalam tubuh vektor.
Propagative
Bila di dalam tubuh vektor, parasit hanya membelah diri menjadi banyak, penularan ini disebut penularan propagatif, misalnya Yersinia pestis dalam pinjal tikus (Xenopsylla cheopis).
• Cyclo-propagatif
Bila di dalam tubuh vektor, parasit (Plasmodium, Leishmania, Trypanosoma) berubah bentuk dan membelah diri menjadi banyak, disebut penularan siklo-propagatif, misalnya Plasmodium falcifarum dalam nyamuk Anopheles.
• Cyclo-developmental
Bila di dalam tubuh vektor, parasit (Wuchereria, Brugia, Onchocerca) hanya berubah bentuk menjadi bentuk infektif, disebut penularan sikliko-developmental, misalnya Wuchereria bancrofti dalam badan nyamuk Culex.

Beberapa istilah dalam proses transmisi atrhropod-borne disease sebagai berikut :
Inokulasi (inoculation)
Masuknya agen penyakit atau bibit yang berasal dari arthropoda kedalam tubuh manusia melalui gigitan pada kulit atau deposit pada membrana mucosa disebut sebagai inokulasi.
Infestasi (infestation)
Masuknya arthropoda pada permukaan tubuh manusia kemudian berkembang biak disebut sebagai infestasi, contohnya scabies.
Extrinsic Incubation Period dan Intrinsic Incubation Period
Waktu yang diperlukan untuk perkembangan agen penyakit dalam tubuh vektor disebut sebagai masa inkubasi ektrinsik, sedangkan waktu yang diperlukan untuk perkembangan agen penyakit dalam tubuh manusia disebut sebagai masa inkubasi intrinsik. Contohnya parasit malaria dalam tubuh nyamuk anopheles berkisar antara 10-14 hari tergantung dengan temperatur lingkungan. Masa inkubasi intrinsik dalam tubuh manusia berkisar antara 12-30 hari tergantung dengan jenis plasmodium malaria.
Definitive Host dan Intermediate Host
Apabila terjadi siklus seksual dalam tubuh vektor atau manusia maka vektor atau manusia tersebut disebut sebagai host definitif, sedangkan apabila terjadi siklus aseksual maka disebut sebagai host intermediet.
Contohnya parasit malaria mengalami siklus seksual dalam tubuh nyamuk dan siklus aseksual dalam tubuh manusia, maka nyamuk Anopheles adalah host definitif dan manusia adalah host intermediet.

Arthropoda sebagai Parasit
Berdasarkan lamanya hidup pada hospes, dibedakan :
Parasit permanen, yang seluruh atau sebagian besar hidupnya ada pada satu hospes, misalnya tungau kudis dan tuma pada manusia, pinjal dan sengkenit keras pada binatang.
Parasit periodik, berpindah-pindah dari satu hospes ke hospes lain dalam daur hidupnya, misalnya nyamuk dan sengkenit lunak.

Serangga dapat bertindak sebagai parasit dan dapat dibagi berdasarkan habitatnya.
Endoparasit, hidup atau mengembara di dalam jaringan tubuh, misalnya larva lalat penyebab miasis, dan pinjal (Tunga penetrans) penyebab tungiasis.
Ektoparasit, hidup pada permukaan tubuh hospes, misalnya tungau, tuma, pinjal, nyamuk.

Beberapa prinsip dalam pengendalian arthropoda secara khusus antara lain
• Pengendalian lingkungan
Pengendalian lingkungan merupakan cara terbaik untuk mengontrol arthropoda karena hasilnya dapat bersifat permanen. Contohnya membersihkan tempat-tempat hidup arthropoda.
• Pengendalian kimia
Pada pendekatan ini dilakukan penggunaan beberapa golongan insektisida, seperti golongan organoklorin, golongan organofosfat dan golonagn karbamat, tetapi penggunaan insektisida ini sering menimbulkan resistensi dan juga kontaminasi pada lingkungan.
• Pengendalian biologi
Pengendalian biologi ditujukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat pemakaian insektisida yang berasal dari bahan-bahan beracun. Contoh pendekatan ini adalah pemeliharaan ikan.
• Pengendalian genetik
Dalam pendekatan ini, ada beberapa teknik yang dapat digunakan, diantaranya steril technique, cytoplasmic incompatibility, dan choromosomal translocation
BAGAIMANA ADA HIDUP PARASITIS
APAKAH DLM PRA-KEHIDUPAN TELAH ADA PARASIT ATAU DLM PRA KEHIDUPAN SEMUA ORGANISME HIDUP MANDIRI. APAKAH PARASIT YG ADA SEKRG MEMP. NENEK MOYANG PARASIT?

TEORI HETEROGENESIS mengatakan PARASIT BERASAL DARI BENTUK KEHIDUPAN MANDIRI DARI BERBAGAI JENIS, kemudian hidup pada organisme lain, KARENA KEADAAN ALAM MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN HIDUPNYA BAIK MENGENAI FAALNYA, MORFOLOGINYA DSB. DAN AKIBAT ADANYA PENGARUH YG BER-BEDA2 PD TIAP STADIUM PERTUMBUHANNYA, MAKA ORGANISME YG HIDUP MANDIRI BERUBAH MENJADI dan MENURUNKAN BERBAGAI JENIS ATAU ANAK JENIS KETURUNAN, YG MENJADI PARASIT
Hidup keparasitan dimulai karena kebetulan. Oleh karena dibarengi oleh kesempatan2 yg sedemikian bagusnya, sehingga segolongan organisme ini secara tidak terikat masing-masing menjadi terbiasa dan memerlukan modus kehidupan itu.
Mula2 inang hanya sbg sarana selama kurun waktu peralihan, yaitu dari hidup mandiri ke hidup sebagai parasit, kemudian inang tsb digunakan sbg sumber makanannya.
Semula mkn dr inang berupa bahan yg tdk dibutuhkan, yaitu berpa sisa mkn atau bahkan ekskret tubuh, kmd berupa bahan mkn utk hdp inang itu sendiri, dan akhirnya berupa jaringan tubuh inang


SIMBIOSE DAN HIDUP PARASIT
Simbiose : hubungan hidup antara dua individu yang berlainan jenis.
Berdasar manifestasinya dibedakan mjd:
1. Simbiose mutualistis
ex. Rayap Zootermopsis sp dan berbagai flagelata yg hidup di dlm saluran pencernaan rayap
(Trichonympha sp, trichomonas sp, Streblomastix sp, Tricercomitus sp, Hexamastic sp)

2. Simbiose komensalistis
Hubungan antara dua individu atau lebih tidak satupun menderita kerugian. Ex fauna dan flora yg terdapat dlm usus besar herbivora
Cara hidup komensalisme sama dengan cara hidup bersifat “Raumparasitmus”

Simbiose parasitis
Hubungan hidup antara dua individu berlainan jenis, parasit beruntung krn mdpt makanan sedang inangnya menderita rugi karenanya

Hubungan parasit dengan kesejahteraan manusia dan hewan
Hidup Parasit adalah hidup menumpang pada organisme lain dan mengambil keuntungan
Organisme parasit ternyata lebih banyak macamnya dari pada non parasit.
Organisme parasit meliputi: virus, bakteri, rickettsiales, cendawan, protozoa, helminth/cacing, dan juga Arthropoda (tiga terakhir yang dipelajari dalam Parasitologi)
Organisme yang ditumpangi parasit disebut hospes/inang



HOSPES/INANG
INANG PERANTARA, ialah organisme yang membantu utk hidup parasit bentuk aseksual atau bentuk blm dewasa. Disebut juga hospes intermedier. Contoh Plasmodium sp, bentuk aseksual dalam eritrosit mammmalia (manusia dan kera)
INANG DEFINITIF, ialah hewan penjamu yang membantu untuk hidup parasit bentuk seksual atau bentuk dewasa. Contoh Plasmodium, maka nyamuk Anopheles disebut inang definitif
INANG RESERVOIR, sering dipakai dalam zoonosis (antrophozoonosis atau zooantroponosis). Contoh Plasmodium sp sebagai hewan reservoir adalah monyet atau kera
Pada umumnya hospes reservoir walaupun mengandung parasit, namun tdk menunjukkan gejala penyakit. Hospes reservoir bukan sebagai inang normal
INANG PREDILEKSI, Hospes yang dipilih, disukai, disenangi oleh parasit
Ex. Stomoxys calcitrans (lalat kandang) di alam bebas lebih menyukai darah kuda, ttp jika di tempat lalat hidup tidak banyak atau tdk ada kuda, maka lalat itu juga mengisap darah sapi

PEMBAGIAN PARASIT
BERDASAR TEMPAT MANIFESTASI PARASITISMENYA
1.Ektoparasit atau Ektozoa, parasit yg hidup pada permukaan luar tubuh inang, atau di dalam liang-liang dalam kulit dan ruang telinga luar yg mempunyai hubungan dengan dunia luar baik yg permanen atau tdk permanen/datang pergi
Contoh: kutu manusia Pediculus humanus capitis, P.h. corporis, Phthirus pubis, dan nyamuk
2.Endoparasit/entoparasit/entozoa
Parasit yg hidup dalam alat-alat tubuh (hati, paru, limpa, ginjal, otak), dalam sistem: alimentaris, sirkulasi, pernafasan, rongga: dada, perut, persendian, dalam otot daging, dan jaringan tubuh lain.
Contoh: Toxoplasma gondii, Plasmodium sp

2. BERDASAR LAMA WAKTU HIDUP PARASITISNYA
1. Parasit temporer,
Parasit dalam mengunjungi inang pada waktu berselang, tidak menetap pada tubuh inang, datangnya pd inang bila ia lapar, saatnya tidak tentu
contoh: pinjal, cimex, nyamuk
2. Parasit stasioner/permanen
Parasit yg tinggal pada atau dalam tubuh inang selama menyelesaikan seluruh siklus hidupnya
Contoh: Plasmodium sp

3. BERDASAR SIFAT KEPARASITANNYA
1. Parasit insidental, parasit yg secara kebetulan,atau sebagai suatu kecelakaan pd inang yg tdk wajar. Contoh: cacing pita Dipylidium caninum, cacing dewasa dalam usus anjing, karena kecelakaan terdpt pd manusia, terutama pada anak-anak.
2. Parasit eratika, parasit yg berparasit pd inang yg wajar tetapi lokasinya yg tdk wajar atau tdk spt biasanya. Contoh: cacing gelang Ascaris lumbricoides, secara normal terdpt dalam usus duabelas jari manusia, krn sesuatu hal a.l kelaparan yg lama/gerakan antiperistaltik, maka cacing migrasi ke empedu, masuk lambung pd infeksi berat
3.Parasit obligat
Organisme yg utk kelangsungan hidup dan eksistensi jenisnya mutlak memerlukan adanya organisme lain sebagai inang. Contoh: semua organisme patogen, baik bakteri, virus, rickettsiales, protozoa, maupun metazoa adalah parasit obligat
Parasit obligat tdk mampu hidup tanpa bantuan makan dari organisme lain jenis. Prst obligat dg sendirinya akan musnah bila tdk mendpt kesempatan menemukan inang yg serasi, sebab parasit tsb tdk dpt hidup mandiri

KLASIFIKASI TRANSMISI PENYAKIT OLEH ARTHROPODA
1.Transmisi SIKLO-PROPAGATIF, parasit patogen mengalami perubahan2 dan berlipat-ganda dlm tubuh arthropoda. Contoh: Plasmodium sp
2. Transmisi SIKLO-DEVELOPMENTAL, parasit patogen mengalami perubahan2 tetapi tidak berbiak dalam tubuh vektor arthropoda. Contoh: Filaria sp

VEKTOR
Vektor berarti pembawa atau pengangkut agen penyakit (patogen) baik virus, bakteri, rickettsiales. Dalam parasitologi vektor adalah hewan yg memindahkan parasit stadium infektif dr penderita ke hewan penerima
Berbagai arthropoda telah terbukti peka (susceptible) thd bermacam2 agen penyakit
Berbagai parasit (cacing atau protozoa) dpt berkembang dan menyelesaikan sebagian dr hidupnya dlm tbh arthropoda tsb sbg tempat tinggal sementara

VEKTOR PRIMER DAN VEKTOR SEKUNDER
VEKTOR PRIMER, penanggungjawab utama atau penyebab utama terjadinya penularan
VEKTOR SEKUNDER, artinya secara normal vektor tsb tdk penting sbg penyebar penyakit, ttp dlm kead wabah kmd vektor sekunder dianggap sebagai vektor penting

VEKTOR MEKANIS DAN VEKTOR BIOLOGIS

VEKTOR MEKANIS adalah hewan pengangkut parasit yg dlm tbh vektor itu parasit tdk tumbuh secara nyata, tdk pula berkembang dan berlipat ganda.
Vektor mekanis biasanya tdk esensial utk siklus hidup suatu parasit
Contoh lalat rumah yg membawa telur Ascaris atau kista amoeba
VEKTOR BIOLOGIS
Adlh hewan biasanya arthropoda penghisap darah, yg mengangkut patogen dan seblum diterimakan kepada inang baru, maka patogen tersebut tumbuh dan berkembang (pada Metazoa ex. Filaria sp) atau berkembang biak (pada parasit Protozoa ex. Plasmodium)

Cara pemindahan parasit ke inang
1.Cara pasif per os
Stadium infektif yg semuanya stadium muda, masuk ke dlm tbh melalui mulut bersama makanan atau minuman.
2.Cara pasif inokulatif
Stadium infektif diinokulasikan (dimasukkan dg tusukan) ke dlm tbh inang bersama ludah oleh serangga pengisap darah. Penyakit disebut Arthropod-borne parasitoses
3. cara aktif inokulatif
parasit memasuki tubuh melalui luka
gigitan serangga. Stadium infektif hanya
mampu menembus kulit yg luka.
4. Cara aktif per cutan
stadium infektif memasuki bagian tbh yg berkulit tipis, al: ketiak, pipi, sela-sela jari

Cara parasit mengatasi rintangan dalam siklus hidupnya
Kesuburan yg luar biasa, contoh T. solium dpt bertelur 500 ribu/hari, Ascaris lumbricoides dpt bertelur 200.000 ribu /hari/ekor cacing betina
Resistens thd keadaan yg tidak baik, contoh kemampaun hibernasi, estivasi, selubung larva yg tunggal atau ganda, dinding telur yg tebal dan tahan thd kekeringan
Hermaproditisme, Cestoda dan Trematoda adalah cacing yg hermafrodit
Partenogenesis dewasa/muda dan Pedogenesis, dari sel tubuh pada hewan dpt terbentuk individu
Toleransi yg tinggi (prinsip parasit ?)

. Cara parasit merugikan inang
1.Mengisap darah inang, contoh cacing yg hidup di saluran pencernaan
2. Mengisap darah, cairan tubuh, atau makan jaringan tubuh, contoh nyamuk, caplak, cacing tambang Ancylostoma sp, Pediculus sp, Fasciola sp merusak dan makan jaringan
3.Merusak jaringan tubuh inang, contoh Plasmodium sp merusak erythrocyte, echinococcus granulosus merusak dan menekan jaringan
4. Menimbulkan gangguan mekanik atau fisik alat tubuh, contoh cacing filaria (Wuchereria bancrofti, malayi dpt menyumbat venula2 kecil di daerah kaki bagian bawah & pembuluh limfa kecil. Sumbatan menyebabkan terjadinya pembesaran cairan tubuh keluar dr pembuluh venola menimbulkan bengkak kaki yg disebut penyakit kaki gajah
5. Menimbulkan radang, hampir semua parasit menimbulkan radang yg bersifat lokal
6. Memudahkan masuknya mikroorganisme, misal pada parasit datang pergi dr serangga, mengisap darah inang dg menusukkan bagian mulutnya ke dalam inang dengan melukai kulit kemudian merupakan pintu masuk bagi mikroorganisme
7.Membentuk racun spesifik dan menaikkan sensitivitas inang, cacing2 dlm saluran usus Ascaris, D. latum pd mns dpt menghasilkan racun yg spesifik berupa perilaku atau aktivitas histeris. Caplak (tick paralysis)
8.Bahaya oleh parasit datang pergi
serangan arthropoda parasit baik yg penggigit, pengisap, penusuk sambil menghisap drh dpt menyebarkan mikroorganisme, juga mengganggu ketenanngan hewan, melelahkan, menurunkan ketahanan tubuh inang thd serangan penyakit lain. Penyakit2 parasit yg disebarkan oleh arthropod disebut arthropod-borne parasitoses